Wednesday, March 07, 2012

Prince of Persia Classic

Prince of Persia merupakan game jadul yang pernah aku mainkan sejak kecil, bahkan saat bermain di komputer pertamaku di layar CGA yang hanya menggunakan 4 macam warna saja, memberikan kepuasan tersendiri saat kupertama memainkan game ini. Flash back langsung kepada sekian puluh tahun, dan terasa ingat saat bokap membawaku ke daerah kota, dimana jaman itu game seperti mudah didapatkan. Dan terasa getir juga saat melihat komputer dengan warna yang menakjubkan dengan monitor EGA bahkan VGA. Pun ketika sebuah suara menggelegar di lapak-lapak komputer daerah kota, dimana suara sang tokoh utama sedang berlari, memberikan kesan dentuman dengan keluaran langkah kaki melalui speaker yang hanya versi 2.1 saat itu. Dan aku pun tidak dapat merasakannya, karena dirasa sangat mahal untuk melakukan upgrade dan perlu menunggu sekian tahun lagi.
Tanpa terasa pergerakkan waktu berputar secara cepat, dimana game lawas ini dapat kumainkan dalam versi tablet. Terasa amazing rasanya dan tak percaya. Dulu rasanya untuk memainkan game ini saja rasanya terasa getir, baik sodara dekat ataupun tetangga sebrang rumah memiliki komputer terkini pada jamannya. Tak terasa saat ini di tahun 2012, game lawas ini malahan dapat dibawa di genggaman tangan saja, betapa menakjubkannya. Sampai akhirnya kemarin kutemukan game lawas ini dengan versi terbarunya, memang pada versi jadulnya yang sangat serupa, rela kubeli dengan harga sekitar 1 dollar saja. Rupanya direka ulang dan diperbaiki dengan tampilan yang totally lebih ganas menurutku. Alunan suara yang diperbaharui, karakter jadul 2D yang keliatannya sederhana, diolah ulang dan direka sedemikian ulang menjadi karakter masa kini versi Prince of Persia. Awesome! Bahkan saat kulihat pembukaan lagu yang menakjubkan, yang kukira adalah perbaikan dari versi lama, namun setelah kubeli sebesar 2,99 dollar, dan sempat kecewa, rupanya serupa banget dengan versi jadulnya, bahkan setelah ku-unduh, sempat beberapa jam tak kumainkan. Namun lambat laun kucoba kembali, dan ada sedikit pertanyaan, mengapa Ubisoft mengolah ulang kembali? Hanya template saja yang diolah ulang, kenapa ga bikin versi barunya? Seperti yang sudah-sudah dimana cerita baru, karakter yang kuat dan puzzle yang baru. Pun pertanyaan itu tak terjawabkan dibenakku, lambat laun dalam hitungan jam saja sudah terpukau memainkan game jadul yang direka ulang. Once again, Awesome!
Warna yang lebih fantastic, lagu yang menawan ala lagu Persia pada umumnya, bahkan perubahan kontrol yang diubah pada sektor kiri sempat membuatku kewalahan mengontrol sang karakter utama. Dirasa lebih susah dan bingung, kapan jalan, kapan lari, kapan ke atas dan kapan ke bawah. Bahkan setelah beberapa level mengalami kesulitan dan sempat heran juga, kenapa ini game versi aplikasi dibatasi dengan waktu hanya 60 menit saja? Jaman dulu maennya sampe berhari-hari, berbulan-bulan memecahkan level demi level, dimana setiap jatuh, tewas karena kalah saat berduel bermain pedang, membuatku mengulangnya kembali. Bahkan sampe malam pun kumainkan demi memecahkan level demi level. Setiap lompatan dan pergerakkan membuatku sangat berhati-hati, jadi kenapa pula ini game diset hanya 1 jam? Maka bisa tamat?
Rupanya permainan ini dibuat dengan sebuah tambahan checkpoint, sehingga saat sebuah level mengalami kegagalan, tidak harus melakukan pengulangan, walaupun rada pesimis, mana cukup waktunya, kalo diulang-ulang yah waktunya habis. Namun nyatanya, Ubisoft mengubahnya dengan bentuk yang mempermudah pemainnya, terbukti setiap pengulangan pada checkpoint ataupun level, waktu diulang sesuai perekaman terakhir, sehingga bermain menjadi lebih yakin, dalam waktu satu jam permainan, pasti tamat, walaupun bermainnya tentu saja tidak hanya sejam, beberapa jam minimal karena diulang-ulang. Screen shoot di atas sengaja kusandingkan agar terlihat bagaimana versi terbaru dan versi lawas yang keduanya sudah ada dalam versi perangkat bergerak. Terlihat perbedaan yang jelas bagaimana sekuel cerita dihadirkan Ubisoft, bahkan saat awal game yang sangat kuingat selalu, memberikan kesan perbedaan yang mendalam. Once again, Awesome brat ini game!
Saat menunggu pergantian level pun ditampilkan wallpaper yang menarik, tentunya ini menakjubkan, game yang tidak sembarangan dibuat oleh tim Ubisoft. Level demi level kucoba mainkan, dimana terdapat 14 level dan 6 sekuel cerita dimana sang putri selalu menunggu kehadiran sang pangeran yang akan menyelamatkannya. Ini sangat sebuah cerita klasik, dimana biasanya sang putri diculik dan akan dijadikan istri oleh karakter antagonis. Padahal jaman dulu, ceritaan klasik ini dianggap sebagai sebuah cerita dan langsung bermain gamenya saja, padahal jika diruntut ulang akan timbul banyak pertanyaan yang dimulai dengan Apa ataupun Mengapa, but, lupakan saja, It's Only A Game....
Perubahan kontrol yang pada awalnya jelimet, namun lambat laun penguasaan menjadi mahir, dimana untuk ke atas dan ke bawah dapat menggunakan tombol sisi kanan untuk loncat ataupun merangkak. Bahkan kombinasi gerak lari ataupun ke kanan yang dibarengin tombol loncat dan merangkak, dapat berubah menjadi salto ataupun menggulingkan diri. Wow, satu lagi sebuah kombinasi cepat, tentunya si pemain sambil bernostalgia akan harus kemana jalannya untuk memecahkan puzzle. Namun jika terdapat pilihan beberapa area, sebuah kupu-kupu membantu sang karakter utama harus bergerak ke arah mana, tentunya ini sangat membantu mempercepat penyelesaian ke-14 level ini.
Tidak hanya itu saja, perubahan pada sektor lawan pun memberi kesan menakjubkan, walaupun logikanya hanya merubah templat, namun template ini menjadi menarik, karena jelas kuingat banget jaman dulu tidak ada yang namanya monster segede gaban gitu, bikin anak kecil bisa bingung-bingung, kenapa lawannya gede amat? Namun di jaman sekarang, hal ini menjadi menakjubkan, bahkan terasa memperkuat bagaimana usaha sang jagoan melawan sektor musuh, walaupun masih mikir apa yah bisa ini pedang menahan serangan lawan?
Ga pake banyak tanya, kurapal jurus jaman dulu yang selalu faseh dalam bermain pedang di Prince of Persia ini, yang tentunya dulu juga perlu waktu cukup lama. Namun dikarenakan game ini bertema serupa, sepertinya kesan nostalgia menjadi sangat kental. Dentingan pedang beradu dengan senjata lawan terasa menakjubkan, pun kucoba hanya pake speaker desktop 2.1 sederhana, suaranya berdenting dengan keras, wow, menakjubkan brat. Membuat semakin penasaran dengan efek suara lainnya, bahkan gerakan langkah pun terasa berat saat berlari, berdetak langkah demi langkah. Mantap!
Dulu sih mana tau namanya apa, namun pada saat memainkannya kembali, diibaratkan karakternya beradu laga dengan dirinya sendiri. Karakter sang bayangan diberi ungkapan Pangeran Kegelapan (Prince of The Darkness) yang siap menantang sang jagoan utama. Inget punya inget gimana ngalahin ini? Yang pasti clue yang selalu kuingat adalah melawan diri sendiri sepertinya cukup rumit, dimana sangat menyerang, dia pun akan turut menyerang, bahkan saat terlukai, diri sang tokoh utama pun turut berkurang tenaganya, hem... perlu beberapa saat untuk melakukan flashback. Akhirnya bisa juga kubereskan, dimana dengan pilihan memasukkan pedang, sang lawan pun akan memasukkan pedang pula, dengan sedikit langkah melompat berkali-kali, akhirnya dapat juga kusatukan kembali sang tokoh utama dengan bayangannya sendiri. Sebuah puzzle sederhana namun jika diruntut ulang, sangat klasik dan sangat dalam artinya, jika direfleksikan sepertinya kesulitan terbesar manusia adalah melawan dirinya sendiri.
Sebelum ber-filosofi lebih lanjut, tetap konsen pada sektor ulasan game klasik ini, dimana pada akhirnya melawan sang Jaffar, yaitu raja antagonis yang tiba-tiba bisa berubah wujud, takjub juga, pegimane ceritanya bisa berubah? Sudahlah, ga pake mikir, duel saja, membabat dan merapal ilmu pedang, tang-ting-tong berulang-ulang dan mencoba beberapa kali, cukup mampu juga mengulang kepiawaian jaman dulu di masa sekarang. Tewas pula itu lawan.
Jika diruntut ke menu awal, terjadi 3 mode permainan, dimana game ini bisa dimainkan dalam mode Normal, Time Attack ataupun Survival. Yah cukup mencoba versi Normal saja sudah dirasa bernostalgia. Sambil terkagum-kagum memainkan game lawas versi baru ini.
Setiap level yang sudah dilewati juga dapat dimainkan ulang, merupakan tantangan tersendiri untuk menamatkan game ini, agar semua level terbuka dan dapat bermain secara acak tentunya.
Sekuel pun dapat ditonton ulang, namun agak aneh, belum tamat kok bisa liat semuanya? Yah sudahlah, membuat aku ingat pada salah satu level, akan terdapat bantuan dari seekor tikus yang membukakan pintu, rupanya permintaan sang putri, walaupun kalo diruntut dengan logikaku sekarang agak aneh juga, kok yah bisa tikus disuruh-suruh yah? Disini sih udah digebukin dan diceburin ke kali setelah disekap pake karung dulu kali, ini bisa aja tikus bantuin atas permintaan sang putri, piye tokh? But... namanya juga game... emang dari sononya begitu dari sang pembuat alur cerita, dan di masa dulu sebuah sekuel aneh ini ditelen aja bulet-bulet.
Wokeh, kayanya cukup setelah akhirnya puas juga memaparkan ulasan game Prince of Persia Classic versi HD olahan Ubisoft. Terasa cepat juga game ini dalam beberapa jam sudah tamat. Puas dan mungkin akan kucoba mode lainnya kalo sempat. Selalu terpukau dengan iringan lagu bernuansa Persia-nya, mantap brat, diulang-ulang juga itu lagunya selalu menarik kudengar.
Tersisa waktu 19:13 detik dari rentang waktu 60 menit yang diberikan, tapi mainnya jujurnya lebih dari sejam, berjam-jam, bisa dibilang sekitar 6 jam kalo ditotalkan kurang lebihnya. Buat yang penasaran maen, silahkan unduh ke perangkat bergerak melalui link ini yang akan men-direct langsung ke game terkaitnya. Dan hasil review dengan bahasa yang lebih baik dan tidak terlalu banyak spoiler, dapat dilihat melalui link ini. Akhir kata... Selamat Bermain, dan Selamat Bernostalgia... pun saat kucek ke web Ubisoft terkait belum secara official menginformasikan kapan game ini di release, namun game ini tergolong sangat baru saat kucek, dimana keluar di Apps Store tertanggal 29 Februari 2012.

Wednesday, December 28, 2011

Melepas Penat Sejenak


Keterbatasan waktu menjadi hal yang sering kualami, namun akhirnya aku memiliki kesempatan untuk melakukan upload foto setelah sekian lama, dan ini beberapa hasil cepretanku saat 22 Desember 2011 lalu bersama teman2 seperjuangan dan rupanya tak banyak yang bisa kutampilkan... Permainan pada foto diatas tidak pernah aku coba, karena cukup mengerikan buatku, terutama akan mengeluarkan semua gadgetku saat ikut bermain, jadi... cukup melihatnya dan mengabadikannya dari bawah saja...


Selalu menarik melihat penggunaan kamera tercintaku yang baru saja pulih kembali setelah masuk reparasi untuk sementara waktu, yang dikombinasikan dengan penggunaan lensa lebar yang selalu menjadi pendamping kamera pertamaku ini... Melihat momen menarik ini membuatku berhenti sejenak dan mencoba mengambil pemandangan menarik ini....


Melihat dari dekat, rupanya menjadikan roda bianglala menjadi dramatis, kucoba ambil angle ini menjadi sebuah bentuk melingkar yang menawan, tentunya jarak bianglala sangat dekat denganku saat mengambil momen ini, namun yang pasti, putarannya selalu menawan dimataku....


Putaran dari sisi lain ternyata tak kalah menariknya, membuatkan tak ingin melepaskan momen menarik ini, so... cepret.... saat waktu menjelang sore hari... tentunya momen ini kuambil setelah turut berputar bersama sang bianglala yang saat menaikinya dapat melepas penat setelah cukup lama berputar-putar di berbagai permainan area dunia fantasi ini...

Semoga keberadaan lensa lebarku dapat selalu menangkap momen menarik lainnya, ditunggu saja penggunaan lensa lebar yang selalu bersanding dengan lensa pertamaku ini... Senang rasanya melepas penat sejenak dalam keseharian pekerjaan yang selalu padat setiap harinya.. thanks teman-teman atas acaranya.. seru... walaupun tak terlalu lama, namun cukup mengobati rasa rindu untuk berjalan bersama kerabat dekat...

What Do U Wish 4 2012 ?

Cukup lama aku tak menulis akan apa yang ada di benakku, karena kerjaan yang selalu berkejar-kejaran setiap saat, waktu yang sangat terbatas, mood yg naik turun, hingga internet yg putus-nyambung.
Namun yg pasti, aku berusaha selalu menghargai apapun yg telah kuperoleh hingga saat ini. Dunia maya yg selalu menjadi teman dalam kesendirianku setiap saat, gadget2ku yg selalu menjadi teman dalam berbagai situasi dan kondisi.

Natal tahun 2011 terbilang berlalu tanpa terasa, bergulir serupa dengan hari2 lainnya. Tahun 2011 sudah akan berubah dalam hitungan hari, berganti dengan penanggalan baru 2012. Akhirnya mencapai pada sebuah kesimpulan sederhana dalam benakku ini, apa yang kuinginkan di tahun 2012?

Sebuah pertanyaan yg sulit kujawab dengan cepat, benakku seperti berputar-putar untuk mencari jawaban yg pasti akan pertanyaan yg kutujukan pada diri sendiri. Apa yg kuinginkan?

Tak pasti sepertinya, bahkan saat pertanyaan sederhana itu ku lempar pada jejaring sosial, sepertinya teman2ku memberikan berbagai jawaban yg mengundang senyum saat kubaca ulang.

Manusia seperti memiliki jutaan keinginan yg berubah2 setiap saat, termasuk diriku, namun yg pasti tahun mendatang memerlukan sebuah keinginan yg harus dikejar, bukan untuk sebuah ego pribadi, atau sebuah pengejaran atas jawaban dari semua ketidakpastian, namun untuk sebuah harapan...

Manusia sepertinya meminta sesuatu dan berusaha mengejarnya untuk sebuah harapan, dan sedikit pertanyaan untukku kembali, siapkah aku untuk berharap? Terkadang harapan dapat menjadi sebuah tujuan untuk hidup, namun disisi lain harapan juga dapat menjadi sebuah hal yang sangat menyakitkan saat tak tergapai.

Apapun yg ada di benakku saat ini, aku sudah bersyukur atas apa yg telah ku dapatkan di tahun ini. Ambisi, ego, pengejaran akan banyak hal, sepertinya satu per satu terjawabkan dan menjadi sebuah anugerah buatku.

Banyak kejadian menarik yg terjadi pada tahun ini, pengejaran akan bukti menjadi salah satu penulis terbaik, berita foto terbaik, berita online terbaik, dan salah satu penulis berita terbaik lainnya, sepertinya hal yg tak terlupakan untukku di tahun ini dan menjelang tutup tahun 2011. Beberapa menyatakan kepadaku dengan gamblang dan jelas, dan jujurnya membuatku tersenyum, terpukau, dan terharu saat mengetahui hal tersebut.

Kejar-kejaran akan berita yang setiap hari kulakukan, memberikan sebuah penghargaan kepada diriku ini, rasa lelah dan semua pengorbanan yg kulakukan memberikan jawaban. Besar ungkapan terima kasih kepada Dia n para pembaca yang kuucapkan saat mengetahui hal ini.


Yang pasti, 2011 menjadi sebuah kenangan yang selalu kuingat, dan siap atau tidak, 2012 sudah di depan mata, dan semoga akan waktu yg berubah, aku dapat turut berubah untuk selalu menjadi lebih baik dan tanpa henti2nya mengikuti perubahan itu menjadi manusia yg lebih baik selalu dan setiap saat.

Akhir kata, terima kasih atas apa yang telah KAU limpahkan kepadaku, semoga apapun yg kulakukan dapat membuatMU bangga dan memberi arti kepada sesamaku.

Terima kasih juga kepada kedua orangtuaku yang selalu mendukungku dan memberikan spirit dari ujung sana, mereka selalu berusaha mengerti akan apa yang kulakukan.

Jadi... What Do U Wish 4 2012 ?
Sudahkah kalian memiliki permintaan dan pengharapan untuk tahun mendatang?